Minggu, 24 Februari 2019

Toyota Kembangkan Mobil Terbang Berbasis Drone

Tak hanya mengembangkan teknologi pada mobil biasa, kini Toyota juga ikut mengembangkan tren mobil terbang. Konsep ini merupakan turuanan sejak adalnya drone yang mampu mengudara dengan hebat tanpa memerlukan awak pesawat. Hak paten ini telah dimiliki oleh Toyota Engineering and Manufacturing Amerika Utara (TEMA). 

Drone

Konsep Mobil Terbang
Ide ini muncul pertama kali pada tahun 2012 ketika seorang bernama Tsubasa Nakamura beserta timnya, Cartivator, memenangkan kompetisi desain kendaraan terbang. Namun baru pada tahun 2014 ide tersebut direalisasikan dan dikembangkan. Dengan nama Toyota di balik konsep tersebut, maka kekuatan serta modal yang besar bisa didapatkan.   
 
Mobil terbang atau skydrive yang dikembangkan oleh Toyota ini nantinya akan mampu melaju di darat dan juga terbang di udara. Dengan panjang sekitar 2,9 meter dan lebar 1,3 meter, skydrive besutan Toyota ini diklaim akan menjadi mobil terbang terkecil di dunia.   
 
Untuk melaju, mobil ini dibekali dengan tiga roda dan agar bisa terbang dengan sempurna maka empat baling-baling kuat disematkan di atasnya. Project ini adalah bentuk penggambaran dari sebuah kendaraan yang rodanya bersatu dengan lengan yang melekat pada poros tengah. 
 
Ketika saatnya mengudara, maka lengan-lengan ini akan menggeser roda sehingga memberikan jalan bagi rotor untuk keluar dan lepas landas. Rotor yang terdapat di dalam roda akan berputar dan menghasilkan daya untuk mengangkat dirinya ke udara. Kendaraan canggih ini akan melakukan transformasi dari kendaraan darat menjadi helicopter sengan cara memanjang ke atas. 
 
Sistem quod-rotor yang dipakainya akan menghasilkan daya angkat yang cukup bagi kendaraan untuk melakukan lepas landas. Sistem ini pada dasarnya berfungsi sebagai lepas landas vertical dan juga sebagai alat agar pendaratan mobil terbang tersebut dapat terjadi dengan sempurna.  
 
Menariknya lagi, project baru dari Toyota ini bisa menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan sistem tenaga pada motor listrik yang terdapat pada masing-masing roda. Hidrogen, baterai, hingga generator turbin gas merupakan contoh beberapa bahan bakar yang bisa digunakan sebagai powertrain. 
 
Tak hanya itu saja, energy tersebut juga bisa dihasilkan dari bahan bakar jenis lain selama hal tersebut menghasilkan daya listrik yang cukup. Daya listrik ini yang nantinya akan berfungsi sebagai penggerak utama roda kendaraan mode ganda yang dikembangkan oleh Toyota ini.  
 
Produk ini bisa diklaim sebagai mobil terbang karena mampu memberian fungsi ganda, yakni di darat dan di udara. Tidak seperti mobil besutan perusahaan lain yang mengembangkan mobil pribadi dan lebih mirp disebut sebagai helicopter.  
 
Perkembangan Pembuatan
Dana sejumlah 40 juta Yen atau setara dengan 4,7 miliar akan diberikan kepada Cartivator. Cartivator sendiri merupakan satu nama grup insinyur yang berada di luar kota Toyota atau berada di wilayah Jepang Tengah. Toyota beserta mitra yang bekerjasama untuk mewujudkan konsep mobil terbang mirip drone ini telah sepakat untuk mengembangkan proyek tersebut. 
 
Sejauh ini perkembangan dari konsep pembuatan mobil terbang ini juga mengandalkan penggalangan dana yang dilakukan melalui internet atau lebih dikenal dengan nama crowdfunding. 
 
Sebanyak 30 insinyur sukarelawan yang bergabung untuk mengembangkan rencana mobil terbang ini berencana akan menghadirkan produk tersebut pada Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang. Diharapkan skydrive ini mampu mencapai kecepatan terbang hingga 100/km jam pada saat mengudara di ketinggian 10 meter di atas permukaan tanah.  
 
Pada akhirnya, konsep ini merupakan satu lagi project mobil terbang yang diajukan oleh beberapa perusahaan mobil bertaraf internasional. Meski begitu, dengan nama Toyota sebagai perusahaan otomotif terkemuka dengan serangkaian keberhasilan yang dimilikinya, maka tidak mungkin skydrive atau bisa disebut dengan drone raksasa besutan Toyota ini menjadi kenyataan.

0 komentar:

Posting Komentar